Jamkesnews – Flu Singapura pada anak umumnya dapat sembuh, tetapi penyakit ini tetap tidak boleh dianggap sepele. Karena itu, BPJS Kesehatan Kalteng mengingatkan keluarga di Kalimantan Tengah agar mengenali gejala sejak dini dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya. Langkah tersebut penting, terutama karena bayi dan balita lebih rentan mengalami kekurangan cairan serta komplikasi akibat infeksi.

Flu Singapura sebenarnya bukan termasuk influenza. Dalam istilah medis, penyakit ini disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. Infeksi tersebut disebabkan oleh kelompok enterovirus dan paling sering menyerang anak berusia di bawah lima tahun.

Sebagian besar kasus memang bersifat ringan dan membaik dalam waktu sekitar 7–10 hari. Meskipun demikian, orang tua tidak boleh hanya menunggu tanpa memantau kondisi anak. Pasalnya, rasa sakit di dalam mulut dapat membuat balita menolak minum. Akibatnya, anak dapat mengalami dehidrasi dalam waktu relatif cepat.

Selain itu, beberapa jenis virus penyebab HFMD dapat menimbulkan gangguan saraf, pernapasan, atau jantung. Komplikasi tersebut memang jarang terjadi. Namun, risikonya tetap perlu dipahami agar anak bisa memperoleh pertolongan medis pada waktu yang tepat.

Apa Penyebab Flu Singapura pada Anak?

Flu Singapura atau penyakit tangan, kaki, dan mulut disebabkan oleh virus dari kelompok enterovirus. Beberapa jenis virus yang sering dikaitkan dengan penyakit ini adalah Coxsackievirus A16, Coxsackievirus A6, dan Enterovirus A71 atau EV-A71.

Virus dapat berpindah melalui percikan air liur, cairan dari lepuhan kulit, lendir hidung, serta tinja penderita. Selain itu, penularan dapat terjadi ketika anak menyentuh benda yang telah terkontaminasi, kemudian memasukkan tangan ke mulut atau menyentuh wajah.

Oleh sebab itu, penularan HFMD lebih mudah berlangsung di tempat yang banyak digunakan bersama, seperti tempat penitipan anak, taman bermain, sekolah, dan lingkungan permukiman padat. Kebiasaan berbagi alat makan, botol minum, handuk, atau mainan juga dapat meningkatkan risiko penyebaran.

Walaupun paling banyak dialami anak-anak, orang dewasa juga bisa terinfeksi. Bahkan, orang yang hanya mengalami gejala ringan tetap dapat menyebarkan virus kepada anggota keluarga lainnya.

Gejala Flu Singapura yang Perlu Dikenali

Gejala awal HFMD terkadang menyerupai infeksi virus biasa. Anak dapat mengalami demam, sakit tenggorokan, mudah lelah, rewel, serta kehilangan nafsu makan. Selanjutnya, luka menyerupai sariawan biasanya muncul di lidah, gusi, langit-langit mulut, atau bagian dalam pipi.

Luka tersebut dapat terasa sangat perih, khususnya ketika anak menelan makanan dan minuman. Oleh karena itu, balita mungkin menangis ketika diberi makan atau memilih menutup mulut sama sekali.

Setelah itu, ruam atau bintik kemerahan dapat terlihat pada beberapa bagian tubuh, antara lain:

Sebagian ruam dapat berubah menjadi lepuhan kecil berisi cairan. Namun, lepuhan sebaiknya tidak dipecahkan karena cairannya bisa mengandung virus. Selain itu, luka yang terbuka lebih mudah mengalami infeksi bakteri.

Tidak semua anak menunjukkan gejala lengkap. Beberapa anak mungkin hanya mengalami sariawan dan demam, sedangkan anak lainnya mengalami ruam tanpa demam tinggi. Dengan demikian, pemeriksaan dokter tetap diperlukan apabila orang tua meragukan penyebab keluhan anak.

Mengapa HFMD Bisa Berbahaya bagi Balita?

Bahaya yang paling sering dihadapi balita dengan HFMD adalah dehidrasi. Luka di mulut membuat proses menelan terasa menyakitkan. Akibatnya, anak mengurangi makan dan minum, bahkan menolak ASI atau susu.

Tanda kekurangan cairan dapat berupa mulut kering, jarang buang air kecil, urine berwarna lebih pekat, mata terlihat cekung, serta anak tampak lemas. Pada bayi, orang tua juga perlu memperhatikan popok yang tetap kering selama beberapa jam.

Di samping dehidrasi, infeksi EV-A71 pada kasus tertentu dapat berkaitan dengan komplikasi yang lebih serius. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:

Namun, orang tua tidak perlu langsung panik ketika anak didiagnosis mengalami HFMD. Mayoritas pasien dapat pulih dengan perawatan yang tepat. Hal terpenting adalah memantau perubahan kondisi anak dan tidak mengabaikan tanda kegawatan.

Tanda Bahaya yang Membutuhkan Pertolongan Medis

Segera bawa anak ke instalasi gawat darurat atau fasilitas kesehatan terdekat apabila ditemukan salah satu kondisi berikut:

Apabila kondisi anak termasuk gawat darurat, peserta JKN dapat langsung mendatangi IGD tanpa harus meminta surat rujukan terlebih dahulu. Sementara itu, untuk keluhan yang tidak tergolong darurat, peserta dapat memulai pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat anak terdaftar.

Cara Merawat Anak yang Mengalami Flu Singapura

Belum tersedia obat antivirus khusus yang rutin digunakan untuk menyembuhkan HFMD. Oleh karena itu, penanganan biasanya bertujuan mengurangi keluhan, menjaga kecukupan cairan, serta mencegah komplikasi.

Pertama, berikan minuman sedikit demi sedikit, tetapi lebih sering. Air putih, ASI, susu, atau cairan lain yang sesuai usia dapat diberikan selama tidak bertentangan dengan anjuran dokter. Minuman dingin terkadang membantu mengurangi rasa perih di mulut.

Kedua, pilih makanan bertekstur lembut dan mudah ditelan. Bubur, sup yang tidak panas, kentang lumat, atau yoghurt dapat menjadi pilihan. Sebaliknya, hindari makanan pedas, terlalu asin, asam, keras, dan panas karena dapat memperparah nyeri pada luka.

Ketiga, obat penurun demam atau pereda nyeri hanya boleh diberikan sesuai dosis berdasarkan usia dan berat badan anak. Jangan memberikan aspirin kepada anak karena berisiko menimbulkan komplikasi serius. Selain itu, antibiotik tidak dapat membunuh virus penyebab HFMD sehingga penggunaannya harus berdasarkan penilaian dokter.

Keempat, pastikan anak beristirahat dengan cukup. Potong kukunya agar tidak menggaruk lepuhan. Kemudian, jaga kulit tetap bersih dan jangan mengoleskan obat sembarangan pada ruam.

Apakah Ada Vaksin untuk Flu Singapura?

Vaksin EV-A71 telah dikembangkan untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh Enterovirus A71. Vaksin jenis ini umumnya diberikan dalam dua dosis dengan jarak sekitar satu bulan, sesuai usia, kondisi kesehatan, petunjuk produk, serta rekomendasidokter.

Studi terhadap vaksin EV-A71 menunjukkan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap HFMD akibat virus tersebut. Akan tetapi, orang tua perlu memahami bahwa HFMD dapat disebabkan oleh beberapa jenis enterovirus. Dengan demikian, vaksin EV-A71 tidak otomatis melindungi anak dari seluruh penyebab Flu Singapura, termasuk infeksi akibat Coxsackievirus tertentu. WHO juga mencatat bahwa tidak terdapat perlindungan silang yang memadai terhadap semua virus penyebab HFMD.

Sebelum melakukan vaksinasi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak. Tanyakan mengenai manfaat, jadwal pemberian, kontraindikasi, efek samping, dan ketersediaannya. Selain itu, pastikan apakah vaksin tersebut termasuk layanan yang dijamin JKN atau merupakan layanan tambahan berbayar. Jangan menganggap seluruh vaksin di luar program imunisasi nasional otomatis ditanggung BPJS Kesehatan.

Pencegahan Flu Singapura di Rumah dan Sekolah

Pencegahan HFMD perlu dilakukan secara konsisten karena virus mudah menyebar melalui kontak dekat. Beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:

Virus masih dapat keluar melalui tinja setelah gejala membaik. Oleh sebab itu, kebiasaan mencuci tangan harus terus diterapkan, terutama setelah mengganti popok dan sebelum menyiapkan makanan.

Dukungan BPJS Kesehatan Kalteng bagi Keluarga

Bagi peserta JKN di Kalimantan Tengah, pemeriksaan awal dapat dilakukan di puskesmas, klinik pratama, atau dokter yang tercatat sebagai FKTP peserta. Dokter akan menilai kondisi anak, memberikan terapi sesuai indikasi medis, serta menerbitkan rujukan apabila diperlukan penanganan lanjutan di rumah sakit.

Orang tua juga dapat menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan, melihat lokasi fasilitas kesehatan, mengambil antrean FKTP pada fasilitas yang menyediakan layanan tersebut, dan mengakses informasi kepesertaan. Oleh karena itu, keluarga sebaiknya memastikan status kepesertaan anak tetap aktif sebelum membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pada akhirnya, Flu Singapura memang sering sembuh tanpa komplikasi. Namun, pemantauan tetap diperlukan, terutama pada bayi dan balita. Kenali gejalanya, cegah dehidrasi, jaga kebersihan, serta segera cari pertolongan apabila muncul tanda bahaya. Dengan kewaspadaan orang tua dan akses layanan melalui BPJS Kesehatan Kalteng, risiko keterlambatan penanganan dapat dikurangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *